RSS

Does God Exist?

A good read..good to share...

Don't miss even a single word…Every second is worth reading this mail... Too good
An atheist professor of philosophy speaks to his class on the problem science has with God, The Almighty.

He asks one of his new students to stand and.....
Prof : So you believe in God?
Student : Absolutely, sir.
Prof : Is God good?
Student: Sure.
Prof : Is God all-powerful?
Student : Yes.
Prof: My brother died of cancer even though he prayed to God to heal him. Most of us would attempt to help others who are ill. But God didn't. How is this God good then? Hmm? (Student is silent.)
Prof: You can't answer, can you? Let's start again, young fella. Is God good?
Student: Yes.
Prof: Is Satan good?
Student : No.
Prof: Where does Satan come from?
Student:From God...
Prof: That's right. Tell me son, is there evil in this world?
Student: Yes.
Prof: Evil is everywhere, isn't it? And God did make everything. Correct?
Student: Yes.
Prof: So who created evil? (Student does not answer.)
Prof: Is there sickness? Immorality? Hatred? Ugliness? All these terrible things exist in the world, don't they?
Student: Yes, sir.
Prof: So, who created them? (Student has no answer.)
Prof: Science says you have 5 senses you use to identify and observe the world around you. Tell me, son...Have you ever seen God?
Student: No, sir.
Prof: Tell us if you have ever heard your God?
Student:No, sir.
Prof: Have you ever felt your God, tasted your God, smelt your God? Have you ever had any sensory perception of God for that matter?
Student: No, sir. I'm afraid I haven't.
Prof: Yet you still believe in Him?
Student:Yes.
Prof: According to empirical, testable, demonstrable protocol, science says your GOD doesn't exist. What do you say to that, son?
Student:Nothing. I only have my faith.
Prof: Yes. Faith. And that is the problem science has.
Student: Professor, is there such a thing as heat?
Prof: Yes.
Student: And is there such a thing as cold?
Prof: Yes.
Student: No sir. There isn't. (The lecture theatre becomes very quiet with this turn of events.)
Student : Sir, you can have lots of heat, even more heat, superheat, mega heat, white heat, a little heat or no heat. But we don't have anything called cold. We can hit 458 degrees below zero which is no heat, but we can't go any further after that. There is no such thing as cold . Cold is only a word we use to describe the absence of heat We cannot measure cold. Heat is energy . Cold is not the opposite of heat, sir, just the absence of it . (There is pin-drop silence in the lecture theatre.)
Student: What about darkness, Professor? Is there such a thing as darkness?
Prof: Yes. What is night if there isn't darkness?
Student :You're wrong again, sir. Darkness is the absence of something. You can have low light, normal light, bright light, flashing light....But if you have no light constantly, you have nothing and it's called darkness, isn't it? In reality, darkness isn't. If it were you would be able to make darkness darker, wouldn't you?
Prof: So what is the point you are making, young man?
Student:Sir, my point is your philosophical premise is flawed.
Prof: Flawed? Can you explain how?
Student: Sir, you are working on the premise of duality. You argue there is life and then there is death, a good God and a bad God. You are viewing the concept of God as something finite, something we can measure. Sir, science can't even explain a thought. It uses electricity and magnetism, but has never seen, much less fully understood either one. To view death as the opposite of life is to be ignorant of the fact that death cannot exist as a substantive thing. Death is not the opposite of life: just the absence of it.

Now tell me, Professor.Do you teach your students that they evolved from a monkey?
Prof: If you are referring to the natural evolutionary process, yes, of course, I do.
Student: Have you ever observed evolution with your own eyes, sir? (The Professor shakes his head with a smile, beginning to realize where the argument is going.)
Student: Since no one has ever observed the process of evolution at work and cannot even prove that this process is an on-going endeavor, are you not teaching your opinion, sir? Are you not a scientist but a preacher? (The class is in uproar.)

Student: Is there anyone in the class who has ever seen the Professor's brain? (The class breaks out into laughter.)
Student : Is there anyone here who has ever heard the Professor's brain, felt it, touched or smelt it? No one appears to have done so. So, according to the established rules of empirical, stable, demonstrable protocol, science says that you have no brain,sir. With all due respect, sir, how do we then trust your lectures, sir? (The room is silent. The professor stares at the student, his face unfathomable. )
Prof: I guess you'll have to take them on faith, son.
Student: That is it sir... The link between man & god is FAITH . That is all that keeps things moving & alive.

NB: I believe you have enjoyed the conversation. ..and if so...you'll probably want your friends/colleagues to enjoy the same...won't you?.... this is a true story, and the student was none other than........ .
APJ Abdul Kalam , the former president of India

PETIKAN : 'Nota Hati Seorang Lelaki' ( Pahrol Mohd Juoi )

Inilah cerita benar. Cerita benar seorang penulis yang Berjaya.

Beginilahkisahnya...Entahlah apa yang selalu bermain pada fikiran ayah. Apabila saya inginpulang kembali ke kota, dia kerap minta duit. Seakan-akan mendesak...." Ada duit? Minta ayah sedikit.."Saya masih ingat waktu itu kehidupan saya terlalu sukar. Untuk mendapatseratus ringgit di dalam poket pada satu-satu masa pun payah. Kalau balikkampung selalunya duit yang ada hanya cukup-cukup tambang. Mujurlah, isteri dan anak-anak saya sudah faham. Alhamdulilah mereka 'sporting' dan tidakbanyak meragam.
"Emak, ayah asyik minta duit. Bukan tak mahu bagi, tapi saya memang tak adaduit," Bisik saya kepada emak. Emak seperti biasa, berwajah selamba, sukarditembak reaksinya." Bagilah beberapa yang ada," cadang emak pendek."Takkan 5 ringgit?"Emak mengganguk.Saya rasa bersalah untuk memberi ayah wang sebanyak itu. Apalah yang boleh dibeli dengan wang 5 ringgit....Tapi kerana tidak mahu menghampakan harapan ayah dan ikutkan cadangan emak, saya gagahi juga memberinya.
Ayah selalunya tersenyum menerima pemberian saya. Tetapi yang mengejutkan ialah apabila kami sekeluarga berada dalam perut bas dalam perjalanan pulang ke kota. Di kocek anak saya sudah terselit wang sepuluh ringgit. Siapa yang bagi kalau bukan ayah? 10 tolak 5, saya masih 'untung' 5 ringgit. Geli hati mengenangkannya.
Begitulah selalunya tahun demi tahun. Apabila kami pulang ziarah ke kampung, saya akan memberi pemintaan ayah. Kengkadang terlupa, tetapi ayah akan selalu mengigatkan. Akhirnya, saya memang sediakan peruntukan khas untuk diberikan kepada ayah setiap kali pulang kampung. Kedudukan ekonomi saya yang masih goyah kekadang hanya mengizinkan wang dua ringgit untuk diberikan kepada ayah. Ironinya, ayah tetap dengan pemintaannya dan tetap tersenyum apabila menerima. Tidak kira berapa jumlahnya. Emak terus-terusan selamba.Saya masih sukar menandingi ketajaman rasa seorang isteri (emak) dalam memahami hati suaminya (ayah).
Begitupun setiap kali dalam perjalanan pulang, kocek anak saya akan jadisasaran. Kekadang itulah duit pelengkap membeli tiket pulang. Ayah akan setia memasukkan duit yang melebihi jumlah saya berikan kepadanya. Saya tidak mengambil masa lama untuk memahami apa maksud tersirat disebalik perlakuan ayah itu. Dia meminta wang pada saya bukan kerana 'tidak ada', tetapi dia ada sesuatu yang lebih besar ingin dicapainya atau disampaikannya.
Namun, secara bertahap-tahap buku tulisan saya semakin mendapat sambutan.Bukan itu sahaja, perniagaan yang saya mulakan secara kecil-kecilan semakinmembesar. Kalau dulu kami pulang ke kampung dengan bas, tetapi selepas beberapa tahun saya pulang dengan kereta milik sendiri. Saya masih ingat komen ayah ketika saya pulang dengan kereta kecil Kancil milik kami sendiri."Nanti, besarlah kereta kamu ini...." ujur ayah senyum.
Apapun saya tetap memenuhi permintaan ayah setiap kali pulang ke kampung. Wang saya dahulukan kepadanya. Dan ayah juga konsisten dengan sikapnya, ada sahaja wang yang diselitkan dalam kocek anak saya." Eh tak payahlah ayah..." sekarang saya mula berani bersuara. Ekonomi keluarga sudah agak stabil. Malu rasanya mengambil duit ayah walaupun perantaraan pemberian datuk kepada cucunya. Saya tahu dan sedar, hakikatnya ayah hendak memberi kepada saya sejak dulu, tetapi sengaja atau tidak ingin saya merasa segan, duit diberi melalui anak."Kenapa, dah kaya?" usik ayah. Hendak tak hendak, duit dikocek anak tetapdiselitkannya. Cuma sekarang bezanya, duit itu tidak lagi 'dikebas' oleh saya. Dan dalam hati, saya mula berasa senang kerana jumlah yang sayaberikan kepada ayah, kini sudah melebihi apa yang mampu diselitkan ke kocek anak saya. Tidak semacam dulu lagi, duit pemberian ayah kepada anak saya sentiasa melebihi duit pemberian saya kepadanya.
Masin sungguh mulut ayah. Tidak sampai tiga tahun, kami bertukar kereta!. Disamping menulis, saya menjadi penerbit. Perniagaan semakin rancak. Oleh sebab bilangan anak bertambah dan keperluan kerja yang meningkat saya sudah membeli MPV utuk kegunaan harian. Anak-anak mula menjejak menara gading. Kehidupan semakin laju dan aktiviti semakin rancak. Namun sibuk sekalipun saya tetap pulang menziarahi ayah dan ibu. Anehnya ayah tetap memberi kepada anak saya walaupun kini saya telah dikenali sebagai korporat yang berjaya. Rupa-rupanya, ayah memberi bukan kerana kekurangan atau kelebihan kami,tetapi dia MEMBERI KERANA ALLAH. Mencontohi Allah al-Wahhab itu!
Anda ingin tahu apa pesan penulis itu kepada saya? Ya, mari kongsi bersama :
" Kini aku benar-benar faham bahawa ibu ayah yang tua bukan beban dalam kehidupan di dunia, lebih-lebih lagi dalam kehidupan di akhirat. Mereka bukan 'liabiliti' tetapi sebenarnya aset untuk kita (walaupun istilah itu sebenarnya kurang atau tidak tepat kerana ibubapa bukan benda). Rugi betul siapa yang mempunyai ibu bapa yang telah tua tetapi mengabaikannya. "memberi kepada ibu bapa hakikatnya memberi kepada diri sendiri. Walaupun itu bukan niat kita ketika memberi, tetapi percayalah rezeki berganda akan pulang kepada kita semula. DOA MEREKA MUSTAJAB. Harapan mereka kenyataan. Kasih mereka bekalan. Benarlah sepertimana sabda Rasulullah s.a.w, keredhaan Allah terletak kepada keredhaan ibu bapa. "Baiklah, inilah sebenarnya rahsia 'perniagaan' yang jarang-jarang diperkatakan oleh tokoh korporat. Juga tidak pernah ditulis dalam mana-mana buku perniagaan.
Masih punya ibubapa? MEMBERILAH KEPADA MEREKA. Tidak ada?Tidak mengapa, memberilah kepada anak-anak anda. Tidak ada juga? Memberilah kepada sesiapa sahaja. Kita sentiasa berfikir untuk memberi. Memberi kepada orang lain bererti memberi kepada diri kita sendiri walaupun itu bukan maksud kita ketika mula memberi!

Sahabat sekelian,

Cerita dibawah menjadi IBRAH bagi kita semua.

Apa yang paling utama dalam memberikan khidmat terakhir kpd ibu ayah ialah MEMANDIKAN JENAZAHNYA, MENGKAPANKAN TUBUH MULIANYA, MENYEMBAHYANGKAN JENAZAH NYA DAN MENGKEBUMIKAN JENAZAHNYA. Lakukan dengan tangan2 kita sebagai anak2. Lakukan sahabat, lakukannya jika ditakdirkan ibu ayah kita meninggal dunia.

Saya menangis apabila ada sahabat saya menceritakan bagaimana ibu kepada Tuan Guru Dr Harun Din meninggal dunia. Bacalah sahabat pengalaman Dr Harun Din dan keluarganya.

Jiran kpd ibu Dr Harun Din (DrHD) menziarah ibunya pada waktu petang selepas asar. beliau memberi salam tetapi tak menyahut salamnya. Beberapa kali salam diberikan tapi tak ada jawapan. Maka jirannya itu mencari ruang mencari ibu DrHD, akhirnya terlihat ibunya sedang sujud dalam solat. lalu jiran ini balik ke rumah dahulu. beberapa minit kemudian, datang semula berjumpa ibu DRHD, dilihatnya masih sujud. firasat jirannya, ini ada yang tak kena. Lalu masuk ke rumah utk melihat dr dekat ibu DrHD. Rupa2nya, ibu DrHD telah kembali ke rahmatullah dalam masa ibunya sujud menghadap Allah. Ya Allah mulianya kematian ibu DrHD.

Perkara yg paling comel yg dilakukan keluarga DrHD ialah, menyempurnakan dgn tangan2 anak2 jenazah ibunya. Mandikan ibu, kapan ibu, sembahyangkan ibu dan kebumikan tanpa diusik orang lain ke atas tubuh ibunya. Ada jiran2 yg ingin melakukannya tetapi ditolak oelh Dr Harun Din, hasan Din dan Ishak Din dengan hujjah, "BERILAH SAYA SEKELUARGA PELUANG MEMBUAT KHIDMAT YG TERAKHIR UTK IBU". Ketika huja itu diberikan, seluruh masyarakat yg hadir melinangkan air mata kerana tawaaduk dan alimnya anak2 ibu itu. Paling menyayatkan hati masyarakat adalah apabila ketiga2 adik beradik ini iaitu Harun Din, Hasan Din dan Ishak Din turun sendiri ke lubang lahad mengebumikan jenazah ibunya. Ada beberapa orang yg hadir, memohon dan berkata,"Wahai Tuan Guru, biarlah kami buat semuanya ini menurunkan jenazah ibu Tuan Guru." Permintaan ini ditolak oleh DrHD dgn hujah yg sama "Berilah kami adik beradik peluang mengebumikan jenazah ibu ini kali terakhir". Seluruh yg hadir di kuburan ketika itu, mencurahkan airmata tawadduk di atas akhlak anak2 ibu yang diasuh hingga se"alim" sedemikian. Peristiwa ini disempurnakan hingga selesai.

HEBAT IBU ini membina akhlak dan keilmuan anak-anak mereka, maka tidak hairanlah kita semua bahawa DrHD , hasan Din dan Ishak Din memang disegani oelh kawan dan lawan di Bumi Malaysia ini kerana "AKHLAK"nya yang mulia dan ALIM nya mereka.

Terus terang sahabat, ketika saya mendengar cerita ini, air mata saya melinang apabila tergambar ketika saya dan 11 orang adik beradik menguruskan jenazah ibu bersama Feb 2009 yang lalu. Ya Allah, rahmatilah ibu kami semua. Rahmatilah mereka dan Ampunkanlah kami.

Wallahu A'lam.

Baca hayati, selami dan insafi...... Amalkan, doa ibu bapa amat mustajab... Bahagia dunia akhirat...
Klu baca seumpama menjirus air di daun keladi, lebih baik baca tajuk aje...

~ Orang Ikhlas Tertindas? ~

Untuk renungan kita bersama...


Jika kita memberi kebaikan kepada seseorang, kebaikan itu akan dibalas walaupun yang membalasnya bukan orang yang kita berikan kebaikan itu. Hakikat ini mengingatkan saya kepada satu perbualan yang berlaku sewaktu saya mengendalikan program latihan beberapa tahun lalu di sebuah organisasi.

“Saya tidak mempunyai apa-apa harapan lagi pada organisasi ini,” kata seorang kakak berterus-terang.“Mengapa?” balas saya.“Organisasi ini dipenuhi oleh kaki bodek dan kaki ampu. Saya terseksa bekerja secara ikhlas di sini. Tidak pernah dihargai, tidak ada ganjaran yang wajar. Saya bukannya orang yang bermuka-muka. Tak pandai saya nak ampu-ampu orang atas, Fokus saya kepada kerja sahaja.”

Kakak itu sebenarnya adalah peserta program yang paling senior. Telah berpuluh tahun bekerja dalam organisasi tersebut. Itu adalah kali terakhir dia mengikuti program latihan. Enam bulan lagi dia akan bersara. Kesempatan yang diberikan kepadanya dalam sesi memperkenalkan diri itu telah digunakannya sepenuhnya untuk meluahkan rasa kecewa dan marahnya sepanjang berkhidmat di situ. Sungguh, dia kecewa sekali. Siapa tidak marah, jika bekerja secara ikhlas dan gigih tetapi tidak pernah dinaikkan pangkat atau mendapat kenaikan gaji?

Sewaktu rehat, sambil minum-minum dan berbual santai saya bertanya kepadanya, “kakak punya berapa orang anak?”Sengaja saya bertanya soal-soal “di luar kotak” agar ketegangan dalam sesi sebelumnya dapat diredakan.“Oh ramai encik…”“Bagaimana dengan anak-anak kakak?”

Wah, saya lihat dia begitu ceria apabila mula menceritakan tentang anak-anaknya. Boleh dikatakan semua anak-anaknya berjaya dalam profesion masing-masing. Ada yang menjadi doktor, jurutera, pensyarah dan sebagainya. Malah seorang anaknya telah menjadi hafiz.“Kakak, boleh saya bertanya?”“Tanyalah encik…” ujar kakak itu sambil tersenyum. Mendung di wajahnya sudah berlalu. Dia begitu teruja bila bercerita tentang anak-anaknya. Memang, semua anak-anaknya menjadi.

“Jika kakak diberi pilihan, antara anak-anak yang “menjadi” dengan naik gaji, mana yang kakak pilih?”Belum sempat dia menjawab, saya bertanya lagi, “antara kakak naik pangkat dengan anak-anak berjaya dalam karier mereka, mana yang kakak pilih?”
Dengan cepat kakak itu menjawab, “hati ibu encik… tentulah saya pilih anak-anak saya menjadi walaupun tidak naik gaji atau dapat pangkat. Anak-anak adalah harta kita yang paling berharga!”

Saya tersenyum. Hati ibu, begitulah semestinya.“Kakak, sebenarnya keikhlasan dan kegigihan kakak bekerja dalam organisasi ini telah mendapat ganjaran…” kata saya perlahan. Hampir berbisik.“Maksud encik?”“Allah telah membalas dengan ganjaran yang lebih baik dan lebih kakak lebih sukai. Bila kakak ikhlas bekerja dalam organisasi ini, Allah berikan kepada kakak anak-anak yang menjadi.”“Tidak pernah saya terfikir begitu encik…”

“Allah Maha Berkuasa. Ada kalanya takdir dan perbuatan-Nya terlalu misteri dan rahsia untuk dijangkau oleh pemikiran kita. Tetapi yakinlah what you give, you get back. Itu hukum sunatullah dalam hubungan sesama manusia. Kebaikan yang kita buat akan kembali kepada kita. Yakinlah.”“Walaupun bukan daripada seseorang atau sesuatu pihak yang kita berikan kebaikan itu?”“Maksud kakak?”
“Macam ni, saya buat kebaikan kepada organisasi tempat saya bekerja, tapi Allah berikan kebaikan kepada keluarga. Pembalasan Allah bukan di tempat saya bekerja, sebaliknya diberikan dalam keluarga saya. Begitukah encik?”“Itulah yang saya katakan tadi, takdir Allah kekadang terlalu misteri. Tetapi ketetapannya mutlak dan muktamad, siapa yang memberi kebaikan akan dibalas dengan kebaikan. Dalam istilah biasa itu dipanggil golden rule!”
Kakak itu termenung. Mungkin memikirkan pertalian dan kaitan antara apa yang berlaku dalam organisasi dengan familinya.“Metafora atau analoginya begini. Katalah kita sedang memandu di satu jalan yang mempunyai dua atau tiga lorong. Penuh sesak. Tiba-tiba sebuah kereta yang tersalah lorong di sebelah memberi isyarat untuk masuk ke lorong kita. Kerana simpati melihat dia terkial-kial memberi isyarat, kita pun beralah, lalu memberi laluan untuk kereta itu masuk di hadapan kita…”

Saya berhenti seketika mengambil nafas sambil mencari reaksi. Saya lihat kakak itu mendengar penuh minat. Dia meneliti metafora yang saya sampaikan dengan begitu teliti.“Kemudian kita terus memandu ke hadapan. Mungkin sejam kemudian atau setelah berpuluh-puluh kilometer, tiba-tiba kita pula yang tersalah lorong. Kita pula yang memberi lampu isyarat untuk masuk ke lorong sebelah. Soalnya logikkah kalau kita mengharapkan kereta yang kita bantu sebelumnya memberi laluan untuk kita?”
Kakak itu tersenyum dan berkata, “tak logik encik. Kereta yang kita bantu tadi entah ke mana perginya.”“Tapi ada tak kereta lain yang simpati dan memberi laluan untuk kita?’“Pasti ada! Insya-Allah.”“Ya, begitulah. Padahal kereta itu tidak pernah sekali pun kita tolong. Tetapi Allahlah yang menggerakkan hati pemandunya untuk memberi laluan kepada kita. Orang yang kita beri kebaikan, tidak ada di situ untuk membalas kebaikan kita… Tetapi Allah menggerakkan hati orang lain, yang tidak pernah merasa kebaikan kita untuk membalas kebaikan kita tadi.”

“Subhanallah!”“Begitu dalam litar di jalan raya dan begitu jualah litar dalam kehidupan manusia. Kita buat baik kepada A, tetapi kerap kali bukan A yang membalas kebaikan kita tetapi B atau C atau D atau lain-lainnya yang membalasnya. Inilah hakikat yang berlaku dalam kehidupan ini.”“Kita tidak boleh kecewa bila keikhlasan kita dipersiakan?” tanya kakak itu lagi. Lebih kepada satu respons minta diiyakan.

“Kakak, ikhlas sebenar tidak pinta dibalas. Tetapi Allah Maha Kaya dan Maha Pengasih, siapa yang ikhlas akan diberi ganjaran walaupun mereka tidak memintanya kerana setiap kebaikan itu akan dikembalikan kepada orang yang melakukannya. Ia umpama bola yang dibaling ke dinding, akan melantun semula kepada pembalingnya!”“Selalunya saya dengar, orang ikhlas akan dibalas di akhirat.”“Itulah balasan yang lebih baik dan kekal. Tetapi saya katakan tadi, Allah Maha kaya, Allah mahu dan mampu membalas keikhlasan hamba-Nya di dunia lagi.”

“Maksud encik?”“Orang yang ikhlas akan diberi ketenangan dan kebahagiaan dalam hidup. Anak-anak yang soleh dan solehah. Isteri yang taat atau suami yang setia. Dan paling penting… hati yang sejahtera. Inilah kekayaan dan kelebihan yang lebih utama daripada pangkat, gaji dan jawatan.”“Jadi orang ikhlas akan terus ditindas, tidak dapat kenaikan pangkat atau gaji? Bukan apa, saya terfikir kenapa nasib kaki ampu dan kaki bodek lebih baik dalam organisasi. Mereka dapat naik pangkat!”

Giliran saya pula tersenyum.“Tidak ada kebaikan yang akan kita dapat melalui jalan yang salah. Percayalah, kalau benar mereka kaki ampu dan bodek sahaja… pangkat yang mereka dapat akan menyebabkan mereka melarat. Gaji naik, tetapi ketenangan hati menurun. Ingat apa yang saya kata tadi, what you give you get back… Golden rule itu bukan untuk kebaikan sahaja, tetapi untuk kejahatan juga. Kalau kita berikan kejahatan, kejahatan itu akan kembali semula kepada kita. Kaki ampu, mungkin akan dapat anak yang pandai bermuka-muka. Kaki bodek mungkin dibalas dengan isteri yang berpura-pura!” terang saya panjang lebar.

“Jadi apa yang harus saya lakukan dengan baki masa perkhidmatan yang tinggal tidak beberapa bulan lagi ni?”“Bekerjalah dengan gigih. Walaupun mungkin bos tidak melihatnya, tetapi Allah Maha Melihat. Bekerja itu satu ibadah. God is our “ceo”, kata orang sekarang. Insya-Allah, satu hari nanti manusia juga akan diperlihatkan oleh Allah tentang keikhlasan manusia yang lain. Jangan berhenti memberi kebaikan hanya kerana tidak dapat penghargaan…”“Maksud encik?”
“Jangan mengharap terima kasih daripada manusia atas kebaikan yang kita buat kepadanya.”“Kenapa?”“Kita akan sakit jiwa!”“Kenapa?”“Kerana umumnya manusia tidak pandai berterima kasih. Lihatlah, kalau kepada Allah yang Maha Memberi pun manusia tidak pandai bersyukur dan berterima kasih, apalagi kepada manusia yang pemberiannya terbatas dan berkala. Sedikit sekali daripada manusia yang bersyukur,” balas saya mengulangi apa yang maktub dalam Al Quran.

“Tetapi Allah tidak berhenti memberi… “ kata kakak itu perlahan.“Walaupun manusia tidak berterima kasih kepada-Nya. Sekalipun kepada yang derhaka dan kafir, tetapi Allah terus memberi… Justeru siapa kita yang tergamak berhenti memberi hanya kerana tidak mendapat penghargaan dan ucapan terima kasih?”“Ah, kita terlalu ego…”

Dan itulah kesimpulan perbualan yang saya kira sangat bermakna dan besar impaknya dalam hidup saya. Saya terasa “diperingatkan” semasa memberi peringatan kerana pada hakikatnya saya juga tidak terlepas daripada lintasan hati oleh satu pertanyaan… orang ikhlas tertindas?

Peringatan Dari PDRM

Mari sama2 berkongsi tips yg diterima dr emel.

Tips menghalang jenayah seperti yang diberi oleh Polis DiRaja Malaysia

1. Jangan biarkan anak-anak tidur di ruang tamu seorang diri (Mereka mungkin menggunakan anak sebagai tebusan).

2. Kunci atau sorokkan semua pisau-pisau yang terdapat di dapur sebelum tidur (Kesemua kes kecurian di dapati pisau hilang dan menurut polis mereka akan mencari pisau dahulu sebelum mencuri bertujuan untuk melindungi diri mereka).

3. Sekiranya terdengar/terlihat paip air di luar rumah terbuka pada tengah malam (pukul 12 ke atas), jangan keluar rumah untuk menutup paip tersebut kerana ini adalah taktik terbaru mereka di mana mereka telah menunggu diluar pintu rumah untuk masuk (Kes terbaru berlaku di Dungun dan PJ).

4. Beritahu anak-anak sekiranya hendak ke tandas (jika tandas jauh) di waktu tengah malam, kejutkan ibubapa untuk bersama mereka.

5. Jangan simpan barang-barang kemas di dalam almari baju (Cara lama...).

6. Bawa alarm kereta bersama semasa tidur, kalau terjaga tengah malam, cuba "on and off" kan balik untuk menakutkan pencuri (Menandakan kita sentiasa peka).

7.. Tekan butang merah alarm kereta anda jika anda mengesyaki pencuri sudah masuk ke dalam rumah.

8. Sekiranya terlihat orang asing yang mencurigakan di kawasan rumah anda, sila dapatkan plet no motor/kereta mereka (Selalunya mereka ini naik motor dan mereka ni biasanya berdua, setiap kali kita lalu depan mereka, mereka akan menundukkan kepala).

9. Pesan dengan jiran, sekiranya ada sesiapa yang datang ke rumah anda dan mengaku saudara anda bertujuan untuk mengambil barang-barang, jangan benarkan, beri nombor telefon pejabat kepada jiran supaya mereka boleh memaklumkan pada anda.

10. Semasa tidur, pastikan handphone anda berada di sisi atau pastikan juga Cordless Phone anda berada di sisi anda ataupun sambungkan satu extension dalam kamar tidur anda. Ini memudahkan anda membuat panggilan kecemasan sekiranya anda terasa kehadiran pencuri di dalam rumah anda.

11. Adakan senarai nombor telefon kecemasan 999 seperti polis, bomba , 991 atau sebagainya. Pastikan nombor-nombor ini disimpan dalam handphone anda. Kalau boleh, hafal nombor tersebut. Ini memudahkan anda untuk membuat sebarang panggilan telefon.

12. Kalau berkemampuan, pasangkan alat pengesan kecurian di rumah atau automatik alarm.

13. Lampu porch & lampu belakang rumah sebaiknya jenis automatik ,ia akan menyala bila malam, baik semasa kita ada di rumah atau pergi makan angin.

14. Kalau perlu mengambil cuti panjang,sentiasa memberitahu jiran2 anda supaya mereka dapat membantu menyimpan surat dlm mail box. Peti surat yg penuh membantu pencuri menghidu ketiadaan tuan rumah.

15. Kalau kawasan anda kerap berlaku kecurian, buat permohonan rasmi dari Balai Polis berdekatan supaya ada anggota polis buat rondaan yang kerap di kawasan anda.

16. Kereta PROTON merupakan kenderaan yang paling mudah dicuri. Kalau kereta anda baru dibeli, sekurang-kurangnya anda perlu mengunci gear & stering sebelum tidur (Sebenarnya masih boleh dicuri, tetapi ia dapat membantu melambatkan pencuri).

17. Kalau ada anak-anak perempuan, sebaik-baiknya pintu biliknya dikunci dari dalam (Sebab ada pencuri yg mengambil kesempatan seksual) dan anda perlu ada kunci pendua sekiranya berlaku kebakaran.

18. Sekurang-kurangnya simpan kayu hoki atau baseball di bawah katil anda buat mempertahankan diri dari pencuri yang ganas.

19. Jangan letak kunci bawah pasu bunga/mail box/alang pintu/tepi tingkap bila keluar (Pencuri dah lama tau taktik ni...). Lebih selamat beri pada jiran yang kita kenal rapat.

20. Kalau menyewa di rumah baru, pastikan anda menukar padlock baru,kerana mungkin penyewa terdahulumasih mempunyai kunci pendua.

21. Kurangkan pendedahan dan pergaulan anda dengan pekerja asing.


Sumber: Bukit Aman PDRM

~ Mari Menderma ~

Sesiapa yang mahu menderma/ membantu saudara kita yang kurang bernasih baik sila layari blog ini. Setiap sumbangan anda amatlah berharga.


Hadith :

Dari Abu Hurairah r.a katanya, dia mendengar Rasulullah s.a.w bersabda:
"Perumpamaan orang yang kedekut dengan orang yang pemurah seperti dua orang yang memakai baju besi yang menutupi dadanya sampai ke leher. Orang yang pemurah, bajunya lapang dan sempurna menutupi badannya hingga ke anak-anak jarinya dan menghapus jejaknya (dosanya). Sedangkan orang yang kedekut disebabkan ia tidak mahu menafkahkan hartanya, maka tiap-tiap cantuman bajunya sendat di tempatnya; ia berusaha mahu melonggarkannya tetapi tidak pula longgar."

(al-Bukhari)


'Allah suka orang yang menderma TETAPI Allah lagi suka orang susah yang menderma'


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...